The title itself is still undecided, but I'm glad I can present you something here after being lazy for months. Here is the prologue. PROLOG - ICHA Entah sejak kapan aku mulai mencintai rumah di bandingkan seluruh tempat lain di dunia. Bagiku, pesawat—bahkan jika aku duduk di business class —tetap terasa menyebalkan. Hotel apalagi. Membayangkan ribuan orang lain pernah menghuni kamar itu saja aku sudah risih sendiri, makanya aku sekarang jadi benci jika diajak menginap di hotel bintang lima sekalipun. Mall, yang menjadi salah satu dari sedikit penghiburan orang Jakarta, hanya itu-itu saja walaupun jumlahnya kian menjamur di ibukota.